Saat Tokoh Intelijen Menghadiri Ritual Acara Cuci Jalan di Vihara Singkawang

Dalam Tradisi Imlek atau Perayaan Tahun Baru China yang dilakukan oleh Masyarakat Keturunan Tionghoa , puncaknya dilaksanakan pada hari kelima belas yang dikenal dengan Festival  Cap Go Meh.

Secara bahasa , nama festival ini berasal dari bahasa dialek Hokkien. Rinciannya adalah kata “Cap” yang berarti sepuluh, “Go” yang berarti lima, dan kata “Meh” yang bermakna malam.

Lebih dari sekadar nama, perayaan ini adalah simbol harapan dan doa untuk tahun yang baik. Nyala lampion yang terang benderang menyimbolkan masa depan yang cerah, kemakmuran, dan jalan hidup yang penuh keberuntungan bagi seluruh keluarga.

Salah Kota yang menyelenggarakan Festival Cap Go Meh di Indonesia adalah Kota Singkawang Provinsi Kalimantan Barat. Dalam acara festival Cap Go Meh diselenggarakan pawai kebudayaan yang diikuti berbagai etnis di nusantara dengan tampilan utama berupa pawai arakan naga, barongsai dan pertunjukan tatung atau ilmu kebal dari sayatan senjata tajam yang memukau

Arakan ini bisa sangat panjang bahkan puluhan kilometer dan diikuti ribuan peserta dan disaksikan oleh puluhan ribu orang baik dari dalam negeri dan luar negeri, tentunya dihadiri pejabat dan tokoh masyarakat. Untuk pengamanan selain pengamanan dari luar baik Polisi, TNI, Polisi Pamong Praja dan Seksi Keamanan Festival Cap Go Meh tentu melibatkan banyak unsur intelijen atau agen keamanan yang berpakaian biasa dalam menjaga keamanan acara.

Di tahun 2026 satu hari sebelum cap go meh atau hari ke empat belas Imlek didatangi tokoh Intelijen Indonesia yakni Jenderal Purnawirawan Hendropriyono. Jenderal TNI (Purn.) A.M. Hendropriyono adalah tokoh intelijen terkemuka Indonesia, dikenal sebagai “Master of Intelligence” dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) pertama (2001–2004). Ia adalah profesor filsafat intelijen pertama di dunia, pendiri Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), dan perwira tinggi Kopassus dengan pengalaman operasi strategis yang panjang. 

Kehadirannya di Singkawang di Sambut Langsung oleh Walikota Singkawang  Tjai Chui Me dalam rangka undangan menghadiri  Ritual Ket Sam Thoi atau upacara cuci jalan di Vihara Tri Dharma Bumi Raya

Perayaan ini sangat sakral. Pasalnya, tepat pada hari ke-14 Imlek, atau satu hari sebelum puncak Cap Go Meh (H-1), masyarakat Singkawang melaksanakan ritual Cuci Jalan. Ritual ini bukan sekadar pawai, melainkan prosesi penyucian kota untuk menyambut hari kemenangan.

​Singkawang dan wilayah Kalimantan Barat memiliki makna sejarah bagi Hendropriyono. Di masa tugasnya sebagai prajurit Kopassus (dahulu Sandi Yudha), ia terlibat aktif dalam operasi penumpasan kelompok pemberontak PGRS ( Pasukan Gerilyawan Rakyat Sarawak /Paraku ( Pasukan Rakyat Kalimantan Utara) yang pernah di bina oleh Intelijen Indonesia di belantara hutan Kalimantan pada awal 1973.

Pasukan Gerilya Rakyat Sarawak (PGRS) dan Pasukan Rakyat Kalimantan Utara (Paraku) yang terbentuk di masa konfrontasi Ganyang Malaysia (1963-1966) oleh intelijen Indonesia pada era Presiden Soekarno.

“Ini kami (TNI) melatih Tentara Nasional Kalimantan Utara dan PGRS di Surabaya, Bogor, dan Bandung. Akhirnya setelah pergantian pemerintah, Presiden Soeharto memutuskan berdamai dengan Malaysia dan gerilyawan tersebut diminta meletakkan senjata,” kata Hendropriyono, sebagaimana dilansir dari buku Tionghoa Dalam Sejarah Kemiliteran, Sejak Nusantara Sampai Indonesia (2014) karya Iwan Santosa. “Karena PGRS tidak menyerah, terpaksa kami sebagai guru harus menghadapi murid dengan bertempur di hutan rimba Kalimantan,” ujar Hendropriyono.

Hendropriyono sendiri juga bernostalgia di Singkawang karena pernah tinggal di Mess Tentara di Kota Singkawang pada tahun 1973 sampai 1974.

Sumber :

  1. Meita Astaningrum/Tatung dan Ritual Cuci Jalan Cap Go Meh Singkawang: Sejarah, Makna Spiritual, dan Simbol Akulturasi Budaya/Goodnews From Indonesia.com /24 Februari 2026
  2. Prokopim singkawang/instagram
  3. I news.com/Hendropriyono Bapak Intelijen Indonesia
  4. kompas.com/kisah hendropriyono dalam operasi sandi yudha

Leave a Reply