Menelusuri Wisata Kuliner Di Pontianak

Wisata kuliner sangat berbeda dengan wisata umumnya, karena wisata ini lebih mengunggulkan makanan, kepuasan rasa dan kekhasan suatu makanan atau sajian. Terlepas dari keindahaan alam ataupun pernak-pernik lainnya. Terlebih lagi sebutan Kota Pontianak sebagai surganya wisata kuliner menggambarkan potensi wisata kuliner yang dimiliki propinsi ini cukup banyak dan bagus serta mempunyai nilai jual dalam sector kepariwisataan. Keanekaragaman makanan yang terdapat di Kota ini menjadikan Kota ini banyak disebut oleh kalangan masyarakat sebagai surganya kuliner.

Terdapat banyak sekali jenis makanan khas yang terdapat di Kota Pontianak yang dikarenakan keanekaragaman suku yang terdapat di Kota Pontianak yang membuat kuliner di Kota ini sungguh beranekaragam. Beberapa contoh makanan khas dari Kota ini yang hanya bisa ditemukan di Kota Pontianak itu sendiri adalah : Sotong Pangkong, Bubur Pedas, Pacri Nanas, Chai Kwe dan masih banyak beragam macam jenis makanan khas yang dapat ditemukan di Kota Pontianak sehingga banyak masyarakat Kota Pontianak dan wisatawan menyebut Kota Pontianak sebagai surganya kuliner.

Menurut etimologi kata “pariwisata” diidentikkan dengan kata “travel” dalam bahasa Inggris yang diartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali-kali dari satu tempat ke tempat lain. Atas dasar itu pula dengan melihat situasi dan kondisi saat ini pariwisata dapat diartikan sebagai suatu perjalanan terencana yang dilakukan secara individu atau kelompok dari satu tempat ke tempat lain dengan tujuan untuk mendapatkan kepuasan dan kesenangan

wisata kuliner adalah suatu aktivitas wisatawan untuk mencari makanan dan minuman yang unik dan mengesankan. Dengan kata lain bahwa wisata kuliner bukan semata-mata keinginan untuk mencicipi nikmatnya makanan, tetapi yang lebih penting adalah keunikan dan kenangan yang ditimbulkan setelah menikmati makanan tersebut. Saat ini wisata kuliner adalah sebuah segmen industry pariwisata yang sedang berkembang dan seringkali dikaitkan dengan berbagai aktivitas budaya, kegiatan bersepeda (cycling), dan jalan santai (walking).

Secara geografis, Kota Pontianak memiliki luas 107,82 km² dan dilintasi oleh garis khatulistiwa. Kota Pontianak terletak pada 00 02′ 24” Lintang Utara sampai dengan 00 05′ 37” Lintang Selatan dan 1090 16′ 25” sampai dengan 1090 23′ 01” Bujur Timur. Wilayah Kota Pontianak terbagi atas 5 kecamatan yaitu Pontianak Barat, Pontianak Timur, Pontianak Selatan, Pontianak Utara dan Pontianak Kota serta 24 kelurahan. Wilayah Kota Pontianak secara keseluruhan berbatasan dengan wilayah Kabupaten Pontianak sebagai berikut:

1. Bagian utara berbatasan dengan Kecamatan Siantan;

2. Bagian selatan berbatasan dengan Kecamatan Sungai Raya, Kecamatan Sungai Kakap

dan Kecamatan Siantan;

3. Bagian barat berbatasan dengan Kecamatan Sungai Kakap;

4. Bagian timur berbatasan dengan Kecamatan Sungai Raya dan Kecamatan Sungai

Ambawang.

Pariwisata Kota Pontianak didukung oleh keanekaragaman budaya penduduk Kota Pontianak, yaitu Dayak, Melayu, dan Tionghoa. Suku Dayak memiliki pesta syukur atas kelimpahan panen yang disebut Gawai dan masyarakat Tionghoa memiliki kegiatan pesta tahun baru Imlek, Cap Go Meh, dan perayaan sembahyang kubur (Cheng Beng atau Kuo Ciet) yang memiliki nilai atraktif turis. Kota Pontianak juga dilintasi oleh garis khatulistiwa yang ditandai dengan Tugu Khatulistiwa di Pontianak Utara. Selain itu Kota Pontianak juga memiliki visi menjadikan Kota Pontianak sebagai Kota dengan pariwisata sungai.

Bagi wisatawan yang jarang melakukan perjalanan wisata ke mancanegara maka jawaban tersebut cukup benar karena memang belum melihat daya tarik dari negara lain atau tempat tujuan wisata lain. Oleh karena itu haruslah disadari bahwa kekuatan pariwisata Indonesia adalah terletak pada manusianya. Manusia yang hangat, ramah tamah, murah senyum dan gemar menolong tamunya, sehingga membuat “kangen” untuk kembali lagi. Gambaran ini adalah pada umumnya manusia Indonesia memang bercirikan demikian dan harus diakui pula bahwa memang ada juga sekelompok kecil bangsa Indonesia yang mempunyai tingkah laku tidak seperti yang digambarkan, dan ini hanyalah contoh dari berbagai perubahan yang saat ini sedang berlangsung di Indonesia.

Kawasan wilayah Kota Pontianak adalah salah satu tempat tujuan wisata yang menarik yang dimiliki Indonesia. Daerah Kota Pontianak memiliki potensi pariwisata yang besar dan mempunyai ciri khas sendiri. Dari setiap daerah mempunyai daya tarik wisata yang dapat menarik wisatawan dari dalam maupun luar negeri yang kemudian dapat mendatangkan devisa di setiap daerahnya dan mengindentikkan Kota Pontianak sebagai salah satu pusat budaya dan juga terdapat banyak monument dan juga banyak sejarah – sejarah yang menarik serta banyaknya keanekaragaman kulinernya, sehingga membuat Kota Pontianak dikenal oleh wistawan. Kota Pontianak memang mempunyai potensi wisata yang sangat besar di dalamnya, selain sebagai tempat wisata budaya, belanja dan alam, Kota Pontianak juga dikenal sebagai tempatnya wisata kuliner.

Daya tarik wisata kuliner Kota Pontianak adalah rasa makanannya yang enak khas Kota Pontianak, cara penyajiannya yang masih tradisional dan bumbunya yang masih menggunakan hasil alam atau rempah-rempah. Berbagai jenis makanan baik makanan tradisional, khas nusantara maupun yang moderen dapat ditemui di Kota Pontianak dan memiliki keunikan yang beranekaragam. Makanan manis maupun asin banyak digemari dan menjadi oleh-oleh khas daerah Pontianak. Banyak berbagai varisai makanan khasnya yang tersaji baik didalam restoran, warung makanan maupun warung lesehan. Karena itu Kota Pontianak menjadi gudangnya makanan enak sebab hampir di setiap kawasan terdapat tempat-tempat yang menyediakan atau menyajikan makanan, mulai dari pagi hari hingga dini hari. Bukan rahasia lagi kalua makanan dan jajanan Kota Pontianak kini digemari banyak orang termasuk dari luar pulau Kalimantan. Bahkan beberapa tempat wisata kuliner di Kota Pontianak yang terkenal selalu menjadi sasaran wisatawan asing maupun wisatawan dalam negeri.

Di Kota Pontianak wisata kuliner berperan dalam perkembangan pariwisata kuliner, karena suatu obyek wisata akan terasa jenuh dan kurang menarik apabila dalam suatu obyek wisata tersebut tidak di dukung oleh suatu tempat untuk menikmati makanan khas daerah atau khas nusantara.

Wisata Kuliner di Kota Pontianak hampir tersebar diseluruh wilayah kecamatan yang ada di Kota Pontianak mulai dari Pagi Sampai Malam Hari . Untuk kuliner ringan sebut saja kopi, roti srikaya , sotong pangkong, che hun tiaw sampai bubur paddas yang bisa ditemui di hampir seluruh kota untuk pusatnya warung kopi tradisional bisa ditemui di daerah Jalan Tanjungpura sampai Jalan Gajahmada. Nama nama besar seperti Kopi Suka Hati, Asiang, Aming sampai Weng Coffee. Dan Untuk warung kopi bergaya modern atau industrial bisa dicoba kedai seperti merk Lokale sampai CW Coffe

Untuk makanan berat budaya Pontianak yang dipengaruhi oleh Budaya Melayu, Cina dan Arab bisa dicoba menu Seperti Ikan Asam Pedas, Pacri Nanas, Sayur Darca, Atau Mie Tiaw, Roti Cane, Nasi Kebuli, Nasi Brani Nasi Kandar yang bisa ditemui di Rumah Makan Melayu, Cina maupun Arab yang tersebar didaerah Sungai Jawi, Sampai Siantan dengan menelusuri Rumah Makan Melayu,Rumah Makan 1000 Dinar, Rumah Makan Sahara, Nona Briyani, Roti Cane Bang Lan sampai Mie Tiaw Polo dan Appolo

Sumber :

Ira Mayasari dan Adrian Sesar Pasaribu.Analisis Potensi Wisata Kuliner Dalam Pengembangan Pariwisata Di Kota Pontianak.  Jurnal Pendidikan Perhotelan. 1 Mei 2021

Foto Makan Saprahan, Madrasah Tsanawiyah Negeri 2 Pontianak 24 Oktober 2023

Leave a Reply