Kisah Kantor Tua Yang Masih Berdiri Megah

Kota Pontianak ternyata menyimpan beberapa bangunan bersejarah yang umurnya sudah ratusan, tapi masih difungsikan sampai sekarang, bahkan masih berdiri megah dan berfungsi sama sejak didirikan oleh Pemerintah Resident Belanda pada abad ke 19 atau sekitar tahun 1858, yakni Kantor Badan Perencanan Pembangunan Daerah atau disingkat Bappeda dulunya merupakan merupakan kompleks perkantoran pemerintahan resident Borneo Westeraffdeeling. Berada di Heerenstraat , kini jalan Zainudin yang berlokasi di Kelurahan Tengah Kecamatan Pontianak Kota , Kota Pontianak.

Jika melihat tahun cerita ini ditulis, yakni tahun 2026 maka umur bangunan sudah berusia 168 tahun, jauh melampaui para pekerja yang pernah bekerja di kantor ini, Bangunannya bercat putih, dengan atap sirap. Menghadap kearah barat laut. Hampir keseluruhannya menggunakan kayu belian. Tak heran begitu kita memasuki ruangan dalam bangunan ini, kesan sejuk dan natural akan terasa. Walau sudah ditambah fasilitas pendingin AC dan diisi oleh instalasi listrik modern serta komputer yang canggih, masuk ke bangunan ini tetap terasa tua dan klasik.

Bangunannya memanjang sampai kurang lebih 30 meter. Dulunya merupakan Balaikota Pontianak. Bangunan ini memiliki 18 ruangan, dengan 2 ruangan aula atau ruang pertemuan dan rapat yang dimana dua ruangan aula tersebut diberi nama walikota yang pernah menjabat di Kota Pontianak yakni Aula Rohana Muthalib yang merupakan Walikota Ketiga Pontianak di Periode 1950 sd 1953 dan Aula Muis Amin Walikota Pontianak ke 5 yang menjabat pada tahun 1957 sampai dengan 1967.

Bangunan ini sendiri ditetapkan menjadi Kantor  Bappeda sejak tahun 1971 oleh Pemerintah Kotamadya Pontianak saat itu dengan diterbitkannya Surat Keputusan Walikota Madya pada tanggal 28 Oktober 1971 No. 89 Tahun 1971 dan sampai saat in telah ditetapkan sebagai benda cagar budaya yang masih terawat dan berfungsi sebagai kantor pemerintah.

Sumber :

1.Pontianak heritage,wordpress.com

2. Borneo Tribun 12 November 2012

3. Dokumen Foto Hunting Pribadi Rahmat Guna Wijaya

Leave a Reply